Dalam penanganan anti suap, banyak perusahaan proyek konstruksi yang masih mengalami kesalahan, sehingga perlu penanganan dalam pengelolaan sistem whistleblowing, salah satunya dengan meningkatkan perlindungan whistleblower. Sistem whistleblowing memudahkan perusahaan dalam mendeteksi risiko fraud, menjadi alat pengawas, dan platform yang aman
Kecurangan yang sering terjadi di proyek konstruksi disebabkan karena lingkungan proyek memiliki banyak sumber daya.
Hal ini menarik minat oknum untuk mengakali sistem dan mengambil keuntungan dari celah tersebut.
Penyebab tindakan fraud masih terjadi di lingkungan proyek yaitu:
• Lemahnya pengawasan teknis dan pengawasan kualitas di area kerja
• Konsultan jarang terlibat dalam pemeriksaan fisik
• Pengawas sering kali mengabaikan uji sampel yang objektif dan prosedur yang lompat-lompat karena desakan waktu.
Untuk mengambil keuntungan tersebut, oknum menggunakan berbagai macam cara agar tindakannya tidak dicurigai dan terlacak oleh sistem.
Di antara tindakan fraud tersebut antara lain::
• Penurunan spesifikasi bahan, yaitu dengan mengurangi spesifikasi bahan sehingga lebihnya diambil oleh oknum.
• Penggunaan material di bawah standar, oknum berusaha untuk mendapatkan keuntungan dengan mengurangi standar yang ditentukan perusahaan demi keuntungan pribadi.
• Pemalsuan sertifikat, sertifikat palsu cenderung lebih murah dan oknum menganggap perusahaan menggunakannya hanya sebagai formalitas belaka.
• Manipulasi hasil uji mutu laboratorium, manipulasi ini bertujuan untuk melewati prosedur tertentu.
• Manipulasi keuangan, dilakukan untuk mengambil keuntungan finansial untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
Tindakan curang ini memberikan efek domino yang besar kepada sebagian besar operasional perusahaan.
• Pertama, perusahaan akan mengalami penurunan performa struktural yang drastis dibanding sebelumnya.
• Kedua, bahan-bahan atau material yang digunakan memiliki ketahanan yang lemah. Hal ini dikarenakan bahan dan material yang digunakan berada di bawah standar operasional perusahaan, sehingga mengalami penyusutan yang cepat.
• Ketiga, performa yang menurun dan penggunaan material yang buruk dapat meningkatkan risiko kegagalan proyek konstruksi.
ISO 37001 menyediakan instrumen yang berfungsi sebagai wadah aman bagi pelapor, yaitu Whistleblowing System (WBS).
WBS berfungsi sebagai alat pengawasan untuk mendeteksi, mencegah, dan merespons potensi kecurangan.
WBS dirancang sebagai platform yang aman dan mudah diakses bagi siapa pun. WBS juga didesain dengan menjamin kerahasian pelapor secara anonim, sehingga pelapor terhindar dari tindakan balas dendam.
ISO 37001 memainkan peran penting dalam membangun sistem whistleblowing dengan cara mentransformasi tata kelola yang ada di dokumen standar ISO 37001 ke dalam operasional perusahaan.
Cara-caranya mencakup:
• Berfungsi sebagai Pengawas Internal: Mendeteksi, mencegah, dan merespons potensi fraud.
• Membangun Budaya Keterbukaan: Ini dapat dilakukan dengan sosialisasi pentingnya transparansi dan mendorong keaktifan personel untuk berkata jujur.
Baca juga: Peran ISO 37001 dalam Mencegah Praktik Penyuapan di Perusahaan
Mendeteksi tindakan fraud memberikan keuntungan bagi perusahaan. Berikut beberapa manfaat sistem whistleblower:
WBS akan mendeteksi dan menemukan tindakan suap sebelum menjadi masalah besar bagi perusahaan. Hal ini akan mengurangi risiko kerugian finansial dan biaya hukum.
Menerapkan WBS akan membawa citra dan nama baik bagi perusahaan, karena perusahaan sudah mengimplementasikan tata kelola yang baik. Selain itu, penyelesaian tindakan suap ini dilakukan di lingkungan perusahaan, sehingga tidak akan bocor ke media luar.
Budaya kerja yang sehat meningkatkan rasa percaya kepada rekan kerja, sehingga mereka merasa aman untuk bicara. Budaya ini juga dapat mencegah perilaku tidak adil di lingkungan kerja.
Meski terlihat mudah, nyatanya masih banyak organisasi yang salah dalam pengelolaan WBS. Berikut beberapa kesalahan yang harus dihindari dalam pengelolaan WBS:
• Gagal menjaga kerahasiaan, identitas pelapor bocor ke publik atau rekan kerja.
• Kurangnya perlindungan bagi pelapor yang mengakibatkan pelapor mendapat intimidasi dan tindakan balas dendam.
• Saluran pelaporan tidak aman, sehingga menyebabkan mudah disadap.
• Proses investigasi lambat lambat menyebabkan laporan dibiarkan saja tanpa proses lebih lanjut.
Simak juga: Hubungan ISO 37001:2025 dengan GCG
Salah satu faktor yang menyebabkan lingkungan proyek masih terjadi di lingkungan proyek yakni banyaknya sumber daya yang ada di lingkungan proyek, mulai dari material hingga non-material. Sistem whistleblowing memiliki beberapa manfaat yaitu mendeteksi risiko fraud, melindungi reputasi, hingga membangun budaya kerja yang sehat. Peran sistem whistleblowing meliputi sebagai alat pengawasan, wadah pelaporan yang aman, mudah diakses, dan menjamin kerahasiaan pelapor.
Ingin mendeteksi dan mengurangi risiko di perusahaan Anda lebih cepat cepat?
Segera konsultasikan dengan tim kami!
Tim kami memiliki keahlian di berbagai bidang seperti sistem manajemen anti suap, legalitas perusahaan, hingga ketenagalistrikan.
Hubungi tim kami dan jadwalkan konsultasinya sekarang!
